Sabtu, 23 Oktober 2010

KEMATIAN

Mungkin kematian sangat menakutkan bagi semua orang. Padahal semua orang pasti akan merasakannya, dan tidak ada yang bisa untuk menghindar darinya.. Garis kehidupan dan kematian sudah ada ditangan yang MAHA KUASA.. Ada kelahiran begitu juga ada kematian. Entah apa yang ada dibenak kita ketika melihat hal tersebut, kebahagiaan bagi seorang ibu dan keluarga jika bayi yang ditunggu-tunggunya telah lahir kedunia, contoh sekarang adalah kelahiran anak ketiga Om dan tante-ku (selamat ya om dan tante)..
Tapi.... kesedihan dan mungkin keterpurukan bagi kita ketika kita ditinggal ke alam yang berbeda oleh keluarga atau kerabat yang kita cintai.. Itupun yang sedang dirasakan olehku dan keluarga saat ini, (12-10-2010) kematian Bibiku/adik mamaku (dede khodijah) membuat semua orang sedih, terutama sang suami dan empat malaikat kecilnya (Robi,Silva,Dalwis,Dafa). Sangat tidak disangka dan duga kabar duka itu sampai kepada mereka. Dipagi hari seperti biasa Almarhumah bekerja di perusahaan kue di daerah Tangerang, lalu ketia ia menyebrang dijalan raya, tiba-tiba ada sebuah motor dengan dua penumpang  yang mengendarai dengan kecepatan tinggi, disitulah kecelakaan maut itu terjadi, setelah Almarhumah  terjatuh akibat motor yang menabraknya, tidak lama kemudian ada sebuah mobil berjenis SEDAN melindas bagian kepalanya, sentak orang-orang yang berada disekitar TKP langsung mengejar pengendara motor dan mobil tersebut. Alhasil, hanya pengendara motor yang dapat ditahan lalu dibawa ke kantor polisi, sedangkan sang pengendara mobil pun kabur melarikan diri. Sempat penmgendara motor itu meminta jalan perdamaian dengan keluargaku, tapi entahlah..... aku pun tidak tahu kelanjutannya bagaimana.. Kabar buruk itu sangat mengguncang keluarga basarku.. Tangisan pun tidak bisa tertahan lagi ketika jenazah tiba dirumah nenekku, semua orang menangisinya, mendoakannya agar diterima di sisi ALLAH SWT. amiin !! Empat malaikatnya ikut menangisi sang Ibu, tetapi hanya Robi dan Silva yang mengerti keadaan ini, adik-adiknya tidak mengerti dengan semua ini karena adiknya masih berusia 4 dan 2 tahun. Sesampainya di pemakaman Silva tiada hentinya menangis dan akhirnya ia sadar, dengan menangisi Ibunya itu hanya membuat Ibunya sedih di alam sana.. Aku selalu sedih jika melhat empat malaikat itu, tetapi dipandanga mereka masih ada kabahagiaan yang takkan ada tandingannya kelak mereka besar nanti.. Kini hanya Ayahnya saja yang merawat dan membasarkan mereka.. Seorang Ayah yang super !!
Untuk ke-empat malaikat kecil : Gapailah bintang dilangit, dan buatlah Ibumu bangga di atas sana :) jangan lupa untuk selalu mendoakannya ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar